gak kurang dari sepuluh kodok nemenin gw ngenet dengan orkestra yang khas kodok tentu aja. mungkin bukan orkestra, pasti mereka sedang berdiskusi tentang sesuatu, Pemira misalnya. mungkin mereka yang telah tinggal di kolam fakultas pertanian beberapa tahun belakangan telah melihat berbagai culas politik praktis politisi kampus di malam2 seperti malam ini. mungkinkah mereka sesungguhnya menyaksikan aksi penempelan kampanye hitam (baca: black campaign) oleh oknum yang itu-itu juga? atao pembakaran pamflet atao pencoretan poster atao sumpah serapah?
mungkin juga mereka sedang mengusung agendanya sendiri sebagai civitas kampus yang supermarginal? demi tercapainya cita-cita persamaan hak antara kodok dan mahasiswa? tentu saja lengkap dengan jargon ‘kodok juga mahluk hidup’. hanya saja mereka selalu memilih waktu yang salah untuk turun ke jalan menyuarakan aspirasinya, malam hari. saat kehidupan kampus praktis mati dan hanya menyisakan the evening person yang punya mental vandalis itu tadi.
mungkinkah pada akhirnya mereka bertemu dan mengkompromikan agenda2 mereka bersama? berkonsolidasi mengusung kehampaan yang selamanya tidak akan tersuarakan? sementara jagoannya khidmat dalam kerahiban dan teguh berjuang di terang siang..
sekarang kodok yang sepuluh itu udah gak terlalu berisik.. atau jangan2 mereka lagi asik berdzikir?
hmm..
















Recent Comments