pernah nonton film the sunshine?
gw pernah.
film ini bercerita ttg misi menghidupkan kembali bintang yang sudah akan mati (matahari). bayangin aja gimana efeknya kalo bener2 mati: we are all simply going to D-I-E. nah mereka punya cara menghidupkannya lagi dengan memberikan bintang itu stimulus berupa bom/nuklir yang superduperwow.. kind of.
sebenernya mereka adalah tim kedua yang dikirim untuk misi yang sama. kalo lo berpikir untuk apa mengirim tim kedua untuk satu misi yang sama tentu jawabannya cukup jelas: tim pertama gagal. dalam film ini tim pertama sama sekali gak ketauan juntrungannya, karena kapal mereka udah bener2 dalam posisi yang ot of reach. tim kedua ini dibekali hanya satu kesempatan untuk meledakkan, ups, maksudnya menghidupkan kembali tuh bintang. mungkin karena ongkos kesononya mahal kali ya. dan pastinya tuh teknologi juga bukan teknologi yang mass production kayak kacang sukro.
fragmen penting yang menjadi perhatian gw tuh pas muncul friksi dalam tim ketika mereka dihadapkan pada satu situasi bahwa ternyata kapal tim pertama masih ada! dan mulai muncul pemikiran untuk melihat kemungkinan apakah masih ada kehidupan disana. sebab, walaupun tim pertama itu dikirim 7 tahun yang lalu, masih ada kemungkinan mereka hidup didukun golej teknologi kapa tersebut menciptakan oksigen mandiri. pendapat yang konservatif menegaskan bahwa hal itu, menyelamatkan tim pertama, sama sekali di luar misi mereka. dan tidak seharusnya tim menyimpang dari misi yang digariskan. pendapat yang lain melihat bahwa misi utama mereka justru bisa memiliki peluang lebih besar untuk berhasil jika mereka bisa menghampiri kapal tim pertama dan mangambil amunisi yang ada disana. which means mereka malah bisa punya dua peluang untuk kesuksesan misinya.
fiuh.. akhirnya keputusan jelas harus diambil. mereka punya tim, ketua tim, pendapat2 & argumen yang rigid dengan data & beberapa asumsi. mereka punya opsi, batasan waktu, dan juga misi besar, maksud gw, misi BESAR yang harus tertunaikan.
so?
















Recent Comments