Tidak banyak yang benar-benar patut pemuda itu sesali dari pola yang ada. Well, he is not supposed to. In fact, si pemuda bener-bener bersyukur. Just grateful. Darjo Arief Maulany bin Abdul Hamid Margana dan Yoshimi Ito binti Masayoshi Ito. Adalah orang tua terbaik baginya. No doubt.
Dan suatu hari di bulan November kemarin, setelah dalam perbicangan bapak-anak si pemuda mengemukakan pemikiran ini dan itu, Bokapnya mempertegas kebijaksanaannya dengan kata-kata yang mantap dan mengharukan, yang si pemuda pikir-pikir verbally belum pernah diterimanya selama dua dekade terakhir, and that was quite shocking actually, “OK, go ahead! Bapak pikir kamu sudah matang”.
dan fragmen itu udah kayak freezing moment yang di film-film. Dimana waktu berhenti seketika, Jarum jam dinding yang biasanya membosankan kini membeku, butiran hujan yang berlomba finish di bumi langsung diam patuh, paruh burung senja terbuka tanpa suara, dan rumput-rumput lapangan klebengan tidak lagi bergoyang-dan makanya tidak ada yang bertanya.
“ O K , g o a h e a d ! B a p a k p i k i r k a m u s u d a h m a t a n g ”, kata-kata itu meluncur lagi seperti replay golnya Rooney ke gawang Roma dalam slow motion. Terdengar ingin meyakinkan and still shocking somehow. Senyum si pemuda tidak hentinya tersungging dan matanya cerah berbinar, sayap-sayap di punggungnya tidak mengembang karena emang tidak ada.
“OK, go ahead! Bapak pikir kamu sudah matang”, dan bersamaan dengan syukur alhamdulillah yang terucapspontankan, semua kembali berinteraksi dengan sang waktu, menemukan ritme, dan berlangsung lagi like nothing happened before. Jarum jam kembali berdetak, bulir hujan kembali memacu diri dalam perlombaan menyuburkan bumi, burung-burung melantunkan kicau melalui paruh tajamnya, dan rumput-rumput klebengan kembali bergoyang-menjawab pertanyaan yang diajukan oleh orang yang lewat.
A trust. And that was what a man obviously need from his Dad. And the next BIG thing adalah bagaimana mengelola kepercayaan itu dengan amanah. Sebaik-baiknya.
















Recent Comments