The Beauty of Life

10 01 2008

Sore hari di pinggir selokan mataram. Beberapa hari silam gw membelah jalan dengan kecepatan… berapa ya? Entah gw gak liat ato emang speedometernya rusak. Mungkin karena gak liat aja. Karena seinget gw sore itu gw malah ngeliatin langit yang-kalo kata pujangga sih-menghampar luas bak permadani… gw gak inget kapan terakhir kalinya gw bener-bener merhatiin langit sperti saat itu… sore itu awan tidak tampak seperti kapas. Mereka saling menjalin diri memanjang dari selatan ke utara. Dengan sedikit imajinasi, kita akan melihat mereka seperti barisan anak kecil saling berpegangan tangan seperti di logo-logo persahabatan yang-entah mengapa-selalu terdiri dari anak-anak yang kontras perbedaan rasnya. Warna-warni. Tidak random dan ditambah senyum yang lebar. Tapi awan sore itu tidak warna-warni. Mereka hanya putih saja.

Hmm.. tapi kayaknya gw salah. Awan itu tidak seperti barisan anak kecil. Mereka lebih mirip ombak pantai selatan dengan gerakan yang diperlambat. Ya, mereka seperti ombak selatan dengan gerakan yang diperlambat. Entah sampai mana dan kapan akan berhenti berkejaran sebelum akhirnya menghempas karang atau membelai pantai dan luruh menjadi buih.

Jarum detik jam dinding seperti gak capek-capeknya.. tik… tik… tik… tik… tik… tik…

Sekarang malah kedengeran bunyi jangkrik yang me.. me-apa ya? Kambing mengembik, kuda meringkik, anjing menggonggong, kucing mengeong, jangkrik? Apa masalah ini udah pernah dibahas di simposium perkosakataan nasional? Kalo gitu gw tetapkan aja sekarang. Jangkrik mengkrik.

Dan masih banyak banget detil yang selama ini seakan terlewatkan dalam hari-hari gw. Jadi bersyukur aja masih bisa sedikit memikirkan. Memikirkan untuk bersyukur. Muter-muter aja terus.

Langit terbuka luas. Mengapa tidak pikiranku. Pikiranmu?

langkah kaki bergerak berbungalah walaupun nanti
bernyanyilah suatu saat kita akan berjumpa

satu dari semua yang mungkin dapat berjalan kembali
saatnya, saatnya…

terbang, tanpa arah
teruskan kembali nafas kita

tak akan mungkin angin ramah memanggil
mungkin kita akan belari
terbang…

terbang, tanpa arah
teruskan kembali nafas kita

(Pure Saturday)


Actions

Information

Leave a comment