Waktu ada anak kecil yang ndatengin ibunya di sela2 rak buku gw baru sadar bahwa tuh bocah manggil ibunya dengan panggilan ‘Bunda’. Seinget gw baru satu kali itu gw denger yang kayak gitu di Jogja.
“Bunda, Bunda… Aku beli buku Naruto ya…”, bujuk si jagoan rambut ikal… “Boleh”, si Bunda mengabulkan. Hmm.. tanpa menyangsikan keputusan Si Bunda membelikan komik Naruto buat anaknya-Naruto obviously is a good comic, sarat nilai positif-gw pikir adakalanya orangtua tidak perlu begitu saja meluluskan permintaan anaknya. Kemudahan2 hanya akan melahirkan kelemahan. Gw jadi inget cerita kepompong yang bermetamorfosis jadi kupu2 dengan bantuan tangan manusia. Hasilnya adalah kupu2 dengan tulang2 sayap yang lemah dan tragically malah gak bisa terbang… bukan berarti gw pendukung klub orang tua berjargon punish them for their own good. Karena dalam polar yang kelewatan, hukuman ato aturan2 Cuma bakal mbikin anak jadi kecil & kerdil kreativitasnya.
Tadi juga ada anak kecil yang di antara rak2 buku itu kerjaannya lari2 doang (sambil napas juga sih, gak bener2 lari doang). Dan demi ngeliat anaknya bertingkah (totally normal) gitu, ibu bapaknya langsung jadi freakazoid, “Ade, jangan lari2 dong!”. Ok, sekarang kita punya sampel pola pendidikan yang kontras dan lumrah dipraktikkan disekitar kita. Anak pertama idup dalam kemudahan dan anak kedua dalam kekangan tanpa batas. Pernah pas lagi di Pasaraya Manggarai waktu SMP gw ngeliat anak yang kerjaannya jalan sambil muter2 kayak gangsing & ibunya langsung bersikap sangat dewasa dalam tanda kutip. Dalem hati gw protes, “Bawel amat nih ibu, siapa tau anaknya ntar bakal jadi pemutar profesional”. Gw cerita ke bokap dan beliau bilang, “iya juga , ya?”. Ato contoh laen, pernah liat anak kecil keasikan maen pasir? Adakah yang memuji dia & mendorongnya untuk nerusin maenin tuh pasir. Normal parents, I mean most parents don’t. dan seringkali alesannya tuh kagak logis alias unreasonable, seperti “nanti mama yang repot, tau!”. Lha? Ternyata yang dipikirin malah dirinya sendiri tho?
Dan kalo udah gitu harusnya orangtua2 itu ngeliat videonya Sicaf, artist Prancis yang jago ngelukis pake pasir diatas kaca. Gw pernah liat tuh video. Just awesome! Tau deh apa jadinya kalo orangtua Sicaf dari dulu cuma ngelarang2 doang. Bisa2 malah lebih artistik dari Rembrandt kali. Lho?
I actually am thinking about a balance. An art of educating children. Moral, Fun, Creative, Freedom, Responsibility, loveful-instead of love fool. Sort of.
Mirip2 ama idenya AS Neill yang diterapin di Summerhill-lah. Neill punya asumsi dasar yang dahsyat: SEMUA ANAK ITU BAIK. Dan dari sana dia ngembangin pendidikan yang sepenuhnya membebaskan anak untuk melakukan apa aja. Mau belajar boleh, mau gak belajar bertahun-tahun juga OK. Energi anak2 demikian besarnya dan menyuruhnya duduk berjam-jam melakukan hal2 yang menurut orang dewasa baik Cuma bakal sia2 aja. Mereka gak bakal tumbuh menjadi manusia dengan kepribadian yang utuh. Anak2 di Summerhill akan belajar pada saatnya. When they wanted or feel needed to. Neill just wanted his pupils to be simply happy. Menurut Neill, orang2 dewasa yang bermasalah ato jadi sampah masyarakat sebenernya adalah orang2 yang tidak mendapat cukup kebahagiaan di masa kecilnya.. semacem kompensasi gitu. Dan ini identik dengan polanya Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa dalam fase anak2, kita harus memperlakukan mereka sebagai RAJA. Dan dugaan gw, itu jugalah yang mendorong Rinso beriklan ‘kalo gak kotor gak belajar’. Now you might not see me making myself clear enough. Me either.
Anyway, terlepas dari itu, kemungkinan gw emang bakal ngarahin anak2 gw untuk manggil ibunya ‘Bunda’. I am pretty sure will. Bunda dan Babe. He.
Yup, gw sepenuhnya sadar bahwa judul yang gw tulis itu bukan negeri yang menggemaskan, tapi negeri yang (men)cemas(kan). Negeri ini emang mencemaskan.
Unforgettable in every way
and forever more (and forever more)
thats how you’ll stay (thats how you’ll stay)
thats why darling its incredible
that someone so unforgettable
thinks that i am unforgettable too
No never before
Has someone been more
ooo unforgettable (unforgettable)
in every way (in every way)
and forever more (and forever more)
thats how you’ll stay (thats how you’ll stay)
thats why darling its incredible
that someone so unforgettable
thinks that i am unforgettable too.
















Recent Comments