innalillah.. istrinya DR. Hidayat dirawat di Jogjakarta International Hospital (di Jogja tentu aja).. Stroke.
Istri Hidayat Nurwahid Terserang Stroke
Stroke, Pembuluh Darah Istri Hidayat Tidak Pecah
Syafakillah.. Tabah ya, Pak
innalillah.. istrinya DR. Hidayat dirawat di Jogjakarta International Hospital (di Jogja tentu aja).. Stroke.
Istri Hidayat Nurwahid Terserang Stroke
Stroke, Pembuluh Darah Istri Hidayat Tidak Pecah
Syafakillah.. Tabah ya, Pak
yo3x.. they’re waiting for us…
malem2 kedatengan hafid yg langsung nyodorin kertas2 & cet poster.
nampaknya inilah paling tidak yang bisa kita lakukan.. sebelum masa depan bumi benar2 terjual ke tangan mereka yang merusak
This is the next century
Where the universal’s free
You can find it anywhere
Yes, the future’s been sold
Every night we’re gone
And to karaoke songs
How we like to sing along
’though the words are wrong
It really, really, really could happen
Yes, it really, really, really could happen
When the days they seem to fall through you
Well, just let them go
No-one here is alone
Satellite’s in every home
Yes, the universal’s here
Here for everyone
Every paper that you read
Says tomorrow’s your lucky day
Well, here’s your lucky day
It really, really, really could happen
Yes, it really, really, really could happen
If the days they seem to fall through you
Well, just let them go
(the universal, Blur)
innalillah dah.. karanganyar jadi rame diberitain gara2 longsor kemaren. pertama kali baca berita (sekali lagi, di MTOP gak pake TV, jadi gak mungkin gw nulis ‘nonton’. satu2nya sumber berita kami adalah koran kompas di burjo ato mbak yanti.. ato tempo seribuan) katanya ada 66 korban jiwa!
jum’at sore2 si udhi dateng kerumah & bilang butuh bantuan relawan bwt disana.. sabtu pagi berangkat!
ok.singkat cerita gw (baru) sampe DPD Partai Keadilan Sesuatu Karanganyar jam 3 sorean gitu. dari sana ke lokasi ternyata masih 1 jam bumi.. dan sesampainya disana kita langsung briefing yang sangat brief dan langsung angkat pacul! lumpur2 & bebatuan udah gak sabar pengen digaruk..
misi sore itu cukup sederhana: semacam menyingkirkan duri dari jalanan gitu.. duri yang beberapa ratus meter kubik (bisa seperdua ratus, bisa seperlima ratus, sepersepuluh ratus.. dst..). dan karena meyakini bahwa urusan duri itu juga cabang iman yang terkecil, maka orang2 pada semangat ajah.. kapan lagi bisa ibadah plus2? Plus fitnes, plus ujan2an, plus jalan2.. dengan semangat berapi-api semua mulai kerja.. ujan mulai turun, tembus! batu2, angkat! lumpur2, buang! dan 5 menit kemudian habis sudah. Gw baru paham bahwa ternyata even sekedar nyangkul gak cukup modal semangat doang.. butuh kecerdasan dan apa yang orang2 katakan sebagai STAMINA.. Mestinya gw gak sering2 nolak tawaran maen futsal sabtu pagi..
gw diterjunkan di Dusun Kuryo, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso (bukan sutiyoso), Kabupaten Karanganyar.. tuh Desa dikelilingin bukit2 secara cukup dramatis (kayak apa ya?).. kebanyakan pemudanya merantau ke Jakarta untuk kerja.. jadi yang ada di desa kebanyakan kaum tua dan bocah2.. Salah satunya si Joko. Anak kelas 2 SD ini terpaksa (walaupun keliatan gak terpaksa) libur seminggu gara2 bencana. Malam maut beberapa hari lalu diawali dengan ujan deres.. nah pas tenfah malem jam 1an kedengeran gemuruh2 longsor gitu.. chaos dah.. Joko jadi kudu ngungsi di tempat yang lebih aman.. rumahnya sendiri termasuk yang jadi korban.. gw sempet ngobrol2 ama Joko dan menanyakan apakah dia kenal Sitorus ama Achong.. (gw bener2 nanyain ini) tapi dia malah tampak bingung.. mungkinkah longsor telah mengakibatkan memori masa lalunya tercerabut sampai ke akar2nya? Mm, kayaknya becandanya ntar2 dulu aja.. karena di Jatiyoso inilah ada pesta nikah 500 juta yang batal terlaksana..
Warga Kuryo tampaknya punya kecerdasan alami yang sangat mengagumkan. Atau emang dasar gwnya aja yg imbecile? Mending kita pilih opsi pertama aja deh. Batu2 & lumpur disingkirkan dengan memanipulasi arah aliran sungai! Jadi kebantu tenaga dorongan air.. mantap. Ahad pagi emang bukan main2. Gak kurang dari 100 orang warga gotong royong semua. Persis pelajaran PMP (generasi sebelum PPKn, inget?) yang sering kedengeran terlalu klise dulu waktu SD. Paling enggak ada 3 elemen yang terjun langsung disana, warga, relawan partai, & Pramuka! Wah2.. seumur-umur gw Pramuka belom pernah jadi relawan bencana kayak gitu. Dulu emang belom tren bencana sih. Paling bencana yang happening dulu tuh dipalak preman di Kopaja 57 ato Mikrolet 06. Dan di situasi kayak gitu status pramuka-tidaknya orang udah gak penting. Gak ngaruh. Jadilah pipi kiri gw lebam gara2 dua tiga tonjokkan.
Ratusan orang itu kerja semua. Gak mungkin nganggur emang. Batu2 kayak gak ada abisnya. Ada yang benerin saluran air ke mesjid. Ada yang bersihin rumah, masang penopang atap, masak di dapur umum, ngangkut batu, motong pohon2 yang melintang, mecahin tanah yang mengeras, bersihin jalan, bersihin mesjid, megangin selang yang diameternya sejengkal, bawain logistik, bikin posko bekam, foto2, dll
Longsor emang beda ama bencana2 laen. I’ve been through earthquake, tsunami rumor, burnedown-plane evacuation, & heavy flood.. but nothing’s like landslide. It was unique.
check this out:
Korban Tewas Longsor Karanganyar Bertambah Dua Orang
Korban Longsor Karanganyar Ngungsi di Rumah Tetangga
Kendati Telah Direlokasi, Warga Banjarnegara Masih Trauma
Satu Lagi Korban Longsor Ditemukan
tapi di tengah semua penderitaan Joko dan warga Kuryo lainnya, ternyata di belahanbumi Indonesia lain masih aja pada tega bertahun baru dengan semarak.. apa pas niup terompet gak terasa pait ya?
atau coba kita tanya fauzi bowo yang bakal berduet ama band Ungu nyanyiin Andai Kutahu di pesta kembang api monas! Sekitar 10.000 tembakan kembang api akan diluncurkan dan mencapai ketinggian hingga 300 meter.
pokoknya seru abis. belom lagi TV2 yang gak mao kalah heboh. gw cuma punya satu pesen sebelom lo merayakan apa yang dikatakan orang sebagai PESTA TAHUN BARU pesta taun baru dan hura2 hore gw hedon: tinggalin perasaan lo di rumah. you won’t need any.
ada baiknya kita mulai berpikir dan menjadi lebih sensitif… ato, masih pantaskah kita berpesta taun baru?
29 Desember
hari itu pahlawannya adalah LINGGIS. yup, ternyata dia sama sekali gak boleh diremehin. bayangin aja, pada saat semua pacul dan sekop mulai gak berdaya menggerus tanah, dia datang menghujam dan meremukkan semua.. memudahkan pacul dan sekop untuk bekerja. ternyata ada sinergi disana.
ini ngomongin apaan? linggis, pacul, sekop?
ya, pokoknya berkat mereka dusun2 yg kelongsoran bisa berangsur-angsur pulih.. alhamdulillah
Recent Comments