big guy

22 10 2008

entah siapa yang kurangkul malam itu. yang jelas, tidak semua orang di dunia ini bisa punya kesempatan untuk foto2 (with knees shaking) berdampingan dengan patung2 pahlawan segede hulk seperti yang ada di monumen 1 maret Jogjakarta





Temuan Ilmiah Modern: Syukur Menambah Nikmat !

16 09 2008
Ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih. Bersyukur, selain menyehatkan jiwa-raga, juga mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia

Sikap berterima kasih atau bersyukur mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia. Inilah kesimpulan S.B. Alqoe dkk. asal University of Virginia, Amerika Serikat (AS). Hasil penelitiannya dimuat di jurnal ilmiah Emotion, edisi Juni 2008 dengan judul “Beyond reciprocity: gratitude and relationships in everyday life” (Lebih dari sekedar hubungan timbal balik: sikap bersyukur dan persahabatan dalam hidup keseharian).

Dalam karya ilmiah itu para ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih yang muncul secara alamiah dalam perkumpulan mahasiswa di perguruan tinggi selama acara “pekan pemberian hadiah” dari anggota lama kepada anggota baru. Para anggota baru mencatat tanggapan atas manfaat yang mereka dapatkan selama pekan tersebut.

Di akhir pekan itu, dan satu bulan kemudian, anggota lama dan anggota baru menilai keadaan persahabatan dan hubungan di antara mereka. Kesimpulannya, rasa terima kasih atas pemberian hadiah berpeluang memicu terbentuknya dan terpeliharanya persahabatan di antara mereka.

Aneka manfaat syukur

Selain jalinan persahabatan yang baik, sikap bersyukur kini terbukti secara ilmiah memicu pula aneka manfaat lain. Di antaranya manfaat kesehatan jasmani, ruhani dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Tidak heran jika “gratitude research” atau “penelitian tentang sikap bersyukur” menjadi salah satu bidang yang banyak diteliti ilmuwan abad ke-21 ini.

Profesor psikologi asal University of California, Davis, AS, Robert Emmons, sekaligus pakar terkemuka di bidang penelitian “sikap bersyukur”, telah memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima, orang menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik.

Dibandingkan dengan mereka yang suka berkeluh kesah setiap hari, orang yang mencatat daftar alasan yang membuat mereka berterima kasih juga merasa bersikap lebih menyayangi, memaafkan, gembira, bersemangat dan berpengharapan baik mengenai masa depan mereka. Di samping itu, keluarga dan rekan mereka melaporkan bahwa kalangan yang bersyukur tersebut tampak lebih bahagia dan lebih menyenangkan ketika bergaul.

Tak tersentuh sebelumnya

Dulu, sikap bersyukur atau berterima kasih sama sekali tidak terjamah dalam kajian ilmuwan psikologi tatkala profesor Emmons mulai mengkajinya di tahun 1998. Penelitian pertama prof Emmons melibatkan para mahasiswa kuliah psikologi kesehatan di universitasnya.

Saat itu sang profesor mewajibkan sebagian dari para mahasiswa tersebut untuk menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukur setiap hari. Sedangkan mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima hal yang menjadikan mereka berkeluh kesah. Tiga pekan kemudian, mahasiswa yang bersyukur memberitahukan adanya peningkatan dalam hal kesehatan jiwa-raga dan semakin membaiknya hubungan kemasyarakatan dibandingkan rekan mereka yang suka menggerutu.

Di tahun-tahun berikutnya, profesor Emmons melakukan aneka penelitian yang melibatkan beragam kondisi manusia, termasuk pasien penerima organ cangkok, orang dewasa yang menderita penyakit otot-saraf dan murid kelas lima SD yang sehat. Di semua kelompok manusia ini, hasilnya sama: orang yang memiliki catatan harian tentang ungkapan rasa syukurnya mengalami perbaikan kualitas hidupnya.

Dampak latihan bersyukur

Melalui latihan, perasaan bersyukur dapat dibiasakan dalam diri seseorang. Pelatihan sengaja untuk menanamkan rasa syukur ini ternyata membawa dampak positif dalam beragam sisi kehidupan.

Dalam penelitian menggunakan metoda membandingkan, ditemukan bahwa mereka yang menuliskan rasa syukurnya setiap pekan mendapatkan manfaat jasmani-ruhani yang lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa mencatat peristiwa menjengkelkan dan kejadian yang biasa-biasa saja. Di antara manfaat ini adalah olah raga yang lebih teratur, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit badan, merasa hidupnya secara keseluruhan lebih baik, dan berpengharapan lebih baik di minggu mendatang.

Manfaat lain sikap berterima kasih tampak pada keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita. Dibandingkan dengan orang-orang yang bersikap sebaliknya, mereka yang senantiasa memiliki daftar ungkapan rasa syukur lebih cenderung mengalami kemajuan dalam pencapaian cita-cita mereka. Cita-cita ini dapat berupa prestasi akademis, hubungan antar-sesama dan kondisi kesehatan.

Penelitian lain dilakukan dengan melatih pembiasaan sikap bersyukur setiap hari pada diri sendiri. Kondisi positif seperti: waspada, bersemangat, tabah, penuh perhatian, dan daya hidup pada orang muda dewasa meningkat akibat pembiasaan sikap bersyukur. Perbaikan kondisi sebaik ini tidak dijumpai pada orang yang dilatih bersikap menggerutu atau pada orang yang menganggap dirinya lebih sejahtera dibanding orang lain.

Selain itu, mereka yang memiliki rasa syukur setiap hari lebih memiliki jiwa sosial yang lebih baik dibandingkan mereka yang suka berkeluh kesah dan suka menganggap orang lain kurang beruntung. Golongan yang pertama tersebut cenderung menolong seseorang yang memiliki masalah pribadi, atau telah membantu dukungan semangat kepada orang lain.

Pasien pun tak luput dari penelitian seputar sikap bersyukur ini. Dengan melibatkan sejumlah orang dewasa pengidap penyakit otot-saraf, pelatihan membiasakan sikap bersyukur berdampak baik pada pasien tersebut. Di antaranya adalah kualitas dan lama tidur yang lebih baik, lebih optimis dalam menilai kehidupan, lebih eratnya perasaan persahabatan dengan orang lain, serta suasana hati tenteram yang lebih sering dibandingkan dengan mereka yang tidak dilatih bersikap syukur.

Ketika syukur menjadi kebiasaan

Insan yang bersyukur menyatakan diri mereka merasakan tingginya perasaan positif, kepuasan hidup, semangat hidup, dan pengharapan baik di masa depan. Mereka juga mengalami kemurungan dan tekanan batin dengan kadar rendah.

Kalangan yang memiliki kebiasaan kuat dalam bersyukur atau berterima kasih memiliki kemampuan menyelami jiwa orang lain dan mengambil sudut pandang orang lain. Mereka ditengarai lebih dermawan dan lebih ringan tangan oleh orang-orang di jalinan persahabatan mereka.

Terdapat pula kaitan antara kerohanian seseorang dengan sikap bersyukur. Kecenderungan bersyukur lebih banyak dilakukan mereka yang secara teratur menghadiri acara keagamaan dan terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti berdoa atau sembahyang dengan membaca bacaan relijius berkali-kali. Kaum yang bersyukur lebih cenderung mengakui keyakinan akan keterkaitan seluruh kehidupan, serta rasa ikatan dan tanggung jawab terhadap orang lain.

Pribadi-pribadi yang bersyukur dilaporkan memiliki sifat materialistis yang rendah. Mereka tidak begitu menaruh perhatian penting pada hal-hal yang bersifat materi. Mereka cenderung tidak menilai keberhasilan atau keberuntungan diri mereka sendiri dan orang lain dari jumlah harta benda yang mereka kumpulkan.

Dibandingkan dengan kaum yang kurang berterima kasih, kalangan yang bersyukur cenderung bukan berwatak pendengki terhadap kaum kaya, dan bersikap mudah memberikan apa yang mereka punya kepada orang lain.

Nikmat bertambah

Profesor Emmons menuangkan hasil-hasil temuan ilmiahnya itu dalam buku terkenalnya “Thanks! How the New Science of Gratitude Can Make You Happier” (Terima kasih! Bagaimana Ilmu Baru tentang Bersyukur Dapat Menjadikan Anda Lebih Bahagia) yang terbit tahun lalu. Buku ini memaparkan pula 10 kiat untuk menanamkan rasa syukur sepanjang tahun demi mendapatkan nikmat karunia yang bermanfaat dalam kehidupan.

Temuan ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan risalah Ilahiah bahwa syukur adalah akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebab, syukur memicu bertambah nikmat hidup seseorang:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Al Quran, Ibrahim, 14:7). [emotion/cr/hidayatullah]

(c) Hak cipta 2007 – Hatibening.com




si Mbah dan (bukan) Umar

11 09 2008

Pukul setengah dua belas malam dan aku menikung ke kiri pada belokan setelah Gading Mas. Sekilas, 5 meter dari sana terlihat sosok akhwat berjilbab putih sedang duduk. Dan dalam tiga detik berikutnya paling tidak ada 5 hal yang aku lakukan. ini semacam komputer yang biasa melakukan multitasking: kaget, berprasangka buruk, sedikit mengerem motor, menengok, dan kagum.

Kaget karena sekelebatan sosok akhwat itu tadi. Lalu aku langsung berprasangka buruk, sesuatu yang akhirnya terbukti tidak pada tempatnya. Aku berpikir bahwa akhwat ini telah bersalah dengan tetap berkeluyuran malam hari. Lalu motorik tanganku tergerak untuk mengerem sedikit dan kemudian aku menengok. Ternyata itu tadi si Mbah yang biasa dagang di samping Gading Mas. Subhanallah, rupanya beliau sedang sholat-bermunajat kepada Allah dengan mengenakan mukena putihnya di sepetak tempat-maksudku benar-benar sepetak-yang pada kondisi normal lazim disebut teras.

Setengah dua belas malam, saat orang bermaksiat atau minimal terlelap, si Mbah, entah siapa dia, memilih untuk menempelkan kening pada alas sholatnya yang sederhana dan mengangkat kedua tangannya menghadap ke langit mendung Jogja, langit dunia. We all live under the same sky, we all will live we all will die, tapi hanya sedikit dari kita yang berserah dan taat pada Sang Pencipta langit itu. Dan malam itu, si Mbah termasuk yang sedikit tadi.

Aku pulang dengan letupan-letupan kekaguman yang segera kubagikan kepada ikhwah di Mtop. Wallahu a’lam, apakah ada Umar yang berpatroli malam tadi, yang menengok keadaan si Mbah dan memenuhi kebutuhannya dengan tangannya sendiri. Malam itu aku bukan Umar.





maxgain = maksain

10 09 2008

pas lagi buka puasa bareng anak2 KKN di tempat bu dukuh ada telpon masuk. bapak. gw dapet panggilan interview dari PT mixed inn-or sort of thing. ooh, ok..

what? interview?! kayaknya kagak pernah nglamar apa2an. ada yang salah nih. & pagi ini gerilya di google ttg modus panggilan interview & melimpahlah tulisan orang2 yang kapok merasa tertipu.. biangnya adalah maxgain.. waspada aja, inilah risikonya nyantum2in id kita di dunia maya





semua pada sakit

15 06 2008

panji cacar

rama hukum tabrakan ama sholiha pertanian

panji kecelakaan lawan becak (gak keren amat)

juki cacar

anjas cedera

bowo cacar





semua pada nikah

15 06 2008

ust. hidayat nikah

mas kindi nikah

safriza nikah

jajang burjo tanggal 19 nikah

pak jajang sukmahari tanggal 22 nikah

mbak vega tanggal 28 nikah





Sang Pemimpin Belanja Sayur

14 04 2008

Thursday, 01 January 2004
Pagi-pagi ba’da shubuh dan bebenah, seperti biasa acara rutin sebagian ibu-ibu adalah belanja. Demikian pula aku. Udara masih dingin kala itu. Kuturuni tangga kontrakanku. Kujumpai sebagian ibu-ibu berjalan menuju titik yang sama, tempat belanja! Tanah kapling di bawah kontrakanku masih banyak yang belum dibangun. Aku berjalan tepat di samping rumah ustadz Hidayat Nurwahid, Presiden Partai Keadilan. Di Belakang rumah beliau, rumput masih banyak tumbuh dan tanah sedikit berair menyisakan tanda-tanda rawa yang masih belum sepenuhnya teruruk. Aku terus berjalan. Naik beberapa tangga, melalui pintu gerbang SDIT Iqro’ Pondok Gede yang sudah terkuak. Rumah ustadz Rahmad Abdullah yang asri dan sederhana kulewati. Rumah yang tiap dua hari sepekan kusambangi sebab disitulah aku belajar tahsin pada istri beliau. Aku terus berjalan melalui beberapa rumah para aktivis da’wah hingga akhirnya sampailah ke tempat belanjaan.

Belum selesai aku memilih-milih, tiba-tiba muncul laki-laki yang di lingkungan kami sangat dikenal dan tidak asing. Beliau bersama putranya. Kemunculannya tentu sangat tidak diduga. Kami para ibupun mempersilakan beliau untuk mendapat pelayanan terlebih dahulu. Beliaulah satu-satunya laki-laki saat itu. Aku memperhatikannya. Subhanallah, tak ada kecanggungan.

Sesampai di rumah kuceritakan apa yang kulihat pada suamiku, dengan penuh kekaguman.

“Ya, begitulah yang terjadi dalam keluarga beliau. Saling taawun antara suami istri tanpa harus dibatasi oleh pemisahan pekerjaan yang kaku, “komentar suamiku yang berinteraksi cukup intensif.

Esoknya aku menjalani rutinitas yang sama, belanja. Di jalan aku berpapasan dengan laki-laki itu kembali, bersama putranya.

“Belanja ustadz?” Aku sengaja menyapa.

“Iya, istri lagi sakit perut dan khodimah (Pembantu) pulang, Jawab beliau sambil tersenyum.

Aku mengangguk-angguk. Subhanallah, aku jadi teringat Ammar bin Yasir ketika menjabat sebagai gubernur. Beliau kadang belanja di pasar dan mengikat serta memanggul sayuran sendirian. Inilah profil yang perlu di jadikan teladan.

Laki-laki yang saya jumpai itu yang belanja di tukang sayur itu adalah ustadz Ahmad Heriawan, Lc. Beliau adalah ketua Partai Keadilan DKI Jakarta dan anggota DPRD DKI Jakarta. Saya tidak akan terheran-heran jika beliau belanja bersama istri dan anak-anaknya di Supermarket, yang bagi keluarga muda atau keluarga jaman sekarang hal yang biasa dan sangat tidak tabu. Tetapi ini harus berbelanja dan ikut antri dengan para ibu rumah tangga, walau pada akhirnya beliau dipersilahkan untuk dilayani lebih dahulu.

Lagi-lagi dengan takjub saya menceritakan apa yang saya lihat kepada suami saya. Sebagai orang yang intensif bertemu dengan beliau bahkan banyak menimba ilmu kepada beliau, suami saya berkata,

“Ustadz Heriawan memang subhanalloh Dik. Sebagai muridnya, saya merasakan kedekatan. Ketika sholat jama’ah di masjid misalnya, beliau kadang-kadang secara tiba-tiba merangkul saya dari belakang. Saya juga beruntung mempunyai jadwal ronda dengan beliau.”

Ya, suami saya memang beruntung, beliau mendapat jadwal ronda bersama ustadz Ahmad Heriawan dan Ustadz Satori Ismail, sehingga pembicaraan kala ronda adalah pembicaraan-pembicaraan yang bermutu.

Ah… saya jadi menghayal, seandainya negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang berakhlaq mulia, yang mempunyai keharmonisan keluarga, yang dekat dengan anak istrinya, yang mempunyai hubungan baik dengan para tetangga, yang memuliakan wanita dan kaum papa, betapa indahnya dunia. Saya jadi teringat cerita sederhana dari istri beliau.

“Ayahnya Khobab (ustadz Ahmad Heriawan) sangat suka sayur lodeh nangka. Suatu saat beliau meminta saya untuk memasaknya. Begitu tahu bahwa ternyata membuat sayur lodeh nangka itu membutuhkan proses yang begitu lama, beliau pun berkata, “Sudah Bu, Sekali ini saja. Kalau tahu bahwa prosesnya begini lama, ayah tak akan meminta dibikinkan. Dari pada waktu demikian panjang hanya habis untuk bikin sayur, mending buat baca atau untuk mengerjakan yang lain.”

Nampaknya sangat sederhana, namun saya melihat ada satu hal yang luar biasa, tersirat dalam ungkapan itu, pemberian peluang yang luas bagi berkembangnya istri.

Saya memang harus banyak belajar dari keluarga pimpinan saya yang sempat menjadi tetangga saya itu. Yang jika orang-orang terkenal memberikan tariff dalam ceramah-ceramahnya, beliau malah pernah menolak ceramah dengan bayaran cukup lumayan karena harus terikat dengan pola yang diterapkan penyelenggara. Maka jangan heran, jika kita mengundang beliau dan memberikan “amplop” dengan mengatakan uang transport, maka seluruh uang yang ada di dalam amplop itu akan beliau gunakan untuk membayar jasa transportasi, dan tak menyisakan untuk kantong beliau sendiri.

Ah, itukah sibghoh Allah? Sebuah generasi yang dijanjikan oleh Allah dalam surat Al-Maidah : 54 itu semoga kian dekat di sekitar kita, dan semoga memang sidah ada di sekitar kita.

M. Muttaqwiati
Dari buku “Bukan di Negeri Dongeng”





Kepurukku kerupukmu kerupuk kita semua

27 03 2008

dsc05796.jpg dsc05797.jpg

dsc05798.jpg dsc05799.jpg
siapa juga yang gak kenal kerupuk? ringan dan kriuk2.. dan selalu setia berkorban (kan kita makan tuh.. jadi dari sudut pandang dia tentu aja namanya berkorban) kapanpun kita makan..

bagi gw pribadi cuma ada 2 hal yang harus berada dalam jangkauan gw ketika makan: sendok dan garpu. lho mana kerupuknya? iya, maksud gw kerupuk ama buku bacaaan. jadi ternyata gw tipikal yang multitasking gitu kalo makan (walopun ujung2nya pasti bacanya jadi kalah konsen ama makannya..)

kemaren2 ada bisnis yang berusaha menggantikan singgasana kerupuk dengan kacang2 sukro gitu.. tapi kayaknya gak berhasil2 amat. di tengah kenaikan harga terigu & minyak, kerupuk tetap jaya!-walopun pebisnisnya megap2, too bad-padahal selain jendral sudirman, kandidat pahlawan terbesar dalam pikiran gw ya pengusaha2 kerupuk ini-bayangkan berapa nilai investasi yang mengalir dari dalam & luar negeri karena andil kerupuk dalam proses lobi2 di meja makan dan akhirnya menumbuhkan perekonomian kita? well, gak ada datanya sih. mungkin ada yang berniat nyari tau?

dan ternyata dunia perkerupukan itu luas aja. macemnya aja macem-macem. eh kok agak beribet ya diksinya. maksudnya, ragamnya aja beragam. he2 sama aja. pokoknya banyaklah. ada kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang putih, kemplang, kerupuk kulit, kerupuk mlarat, kerupuk gendar, kerupuk sanjai, renggingang, dll.. (gila gw ampe takjub pas nulis ini.. ternyata banyak aja)..

sering juga orang menunjukkan betapa nilai2 kerupuk udah terinternalisasikan dalam dirinya.. misalnya dengan ucapan, “Wah, uang segitu kalo dibeliin kerupuk dapet berapa banyak tuh?”, ato denga mengumpat, “Dasar kerupuk Lo!” (ok, yang ini emang rada maksa, gw akui..)

anyway, gw juga gak terlalu ngerti mao gw bawa kemana nih tulisan.. tapi paling gak kita jadi tambah ilmu dikitlah ya. trus jangan lupa berdoa buat para pengusaha kerupuk.. ok?

berdoa dimulai…

ps: nah itu poto2 kaleng kerupuk gw ambil pas lagi di warung tongseng di daerah bantul.. karena bosen motoin anak2 MTOP rihlah jadi gw beralih aja ke kaleng kerupuk. mirip2 dikitlah. ternyata ada gunanya juga.

btw nampaknya ada pakar kerupuk di tengah2 kita.. http://nhyanti.multiply.com/photos/album/37/khusus_untuk_Juragan_Kerupuk or http://id.wikipedia.org/wiki/Kerupuk





circle it out

25 03 2008

dsc06121.jpg dsc06120.jpg

ini mobil gw temuin di daerah muntilan.. arah ke magelang.. stripingnya bunder2 kayak obat nyamuk





no regret

22 03 2008

dsc05906.jpg

abi nikah! barakallahu.. semoga gak cengengesan mulu.. titip abi ya Mbak!